Program BOTI Pemprov DKI Jakarta

Dalam rangka meningkatkan kehidupan beragama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI), Umroh para Marbot dan peningkatan pemberian insentif  kepada para Marbot dan Imam Rawatib Masjid/Musholla se DKI Jakarta.  Program  Bantuan Operaional Tempat Ibadah (BOTI) tersebut merupakan salah satu realisasi janji kampanye Gubernur DKI Jakarta  H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.

Demikian  dikatakan Pejabat Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, Muhlis pada acara Kegiatan  Silaturahmi  Pengurus DKM Masjid dan Musholla Penerima Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) se Jakarta Timur dalam rangka Persiapan Pencairan Dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) Tahap II di Walikota Jakarta Timur, Senin, 21 Oktober 2019.

Mengingat  keterbatasan SDM Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, maka pelaksanaannya Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta.  Program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) adalah amanah.  Kata Muhlis. Bahkan bila ada penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) , memotong insentif Marbot dan Imam Rawatib,  maka Pemprov DKI Jakarta tidak segan-segan kepada pelalunya baik yang menerima maupun yang memberi akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku seraya diblokir tidak diberikan dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) .  Tegas Muhlis.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Drs KH Ma’mun Al Ayyubi  mengatakan sekitar  3.000 masjid dan 200 musholla telah menerima dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI)   tahun 2019  tahap I  (Januari – Juni 2019) dan tahap II (Juli – Desember 2019) akan dicairkan awal  Nopember  2019  untuk Masjid Rp. 12 Juta dan Mushollah Rp. 6 Juta. Adapun Masjid/Mushollah yang tidak mendapatkan BOTI adalah masjid/musholla perkantoran, mall dan sekolah.

Diingatkan, Pengurus Masjid/Musholla  yang sudah menerima dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) Tahap I segera  menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI)   Tahap I.   Juga pengurus Masjid/Musholla segera melapokan data petugas Marbot dan Imam Rawatib untuk mendapatkan  dana insentif Tahun Anggaran 2020-2021.   Insentif untuk  Marbot  sebesar Rp. 500 ribu dan Imam Rawatib Rp. 1 Juta. Bahkan Imam Rawatib yang hafidz Al Qur’an 30 Juz diberikan  insentif   Rp. 5 juta.

Demikian pula program umroh akan ditingkatkan mulai dari Marbot hingga Imam Rawatib, namun dengan syarat ber KTP DKI Jakarta. Tambah  Ma’mun Al Ayyubi .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *